6 views
(foto: kaltimoke.com)

Pipis di Celana, Balita Ini Tewas Disiksa Ayah Tiri, Langsung Dikubur Pakai Popok

Sebuah peristiwa sangat memilukan sekaligus menggemparkan terjadi di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Bagaimana tidak, seorang balita perempuan yang masih berumur tiga tahun harus kehilangan nyawa karena disiksa ayah tirinya hanya gara-gara hal sepele. Sontak hal ini ramai dibicarakan para netizen di sejumlah grup media sosial warga setempat.

Kejadian di luar rasa kemanusian itu bermula saat bocah mungil bernama Navita itu pipis di celana dan mengenai perut Fardi Sali, ayah tirinya itu. Fardi saat itu tengah beristirahat di tepi jalan yang dalam perjalanan menuju ke rumah. Istri dan anak tirinya kebetulan ikut. Ia berprofesi sopir truk sebuah perusahaan dan belum satu tahun menikah.

Dilansir kaltim.prokal.co (03/05/2017), Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn melalui Kasubag Humas Iptu Suyono, menjelaskan Fardi mulai marah saat istrinya, Reni Candra Anita membersihkan anaknya terlebih dulu, bukan dirinya.

(foto: prokal.co)

Mereka bertengkar, namun Fardi tak mau memukul istrinya, ia malah menampar kepala anaknya hingga tiga kali. Navita pun langsung pingsan. Tanpa rasa kasihan, Fardi menyiramkan air ke balita itu supaya siuman. Namun di perjalanan, Navita buang air lagi dan kali ini mengenai celana Fardi.

Fardi emosi lagi sambil menghentikan truk dan kembali menyiksa Navita. Sementara si ibu anehnya tak menghalangi perbuatan keterlaluan itu. Puas memukul, meninju dan menedang, Fardi kemudian melempar tubuh mungil itu ke belakang truk. “Karena pintu bak truk tidak dibuka, sehingga anak ini seperti melambung ke udara dan jatuh di dalam bak truk,” jelas polisi.

Dikutip dari fajar.co.id (03/05/2017), pasangan muda tersebut langsung mengubur saat mengetahui anaknya sudah tak bernyawa. Kepada tetangga mereka berdalih Navita meninggal akibat jadi korban tabrak lari.

Namun warga yang curiga kemudian menyampaikan kepada ketua RT yang selanjutnya melapor ke aparat keamanan. Polisi kemudian menemukan tubuh Navita yang penuh lebam. Jenazahnya hanya dibungkus kain putih seadanya dan masih mengenakan popok.

Kini, Fardi telah ditetapkan sebagai tersangka.

(foto: prokal.co)

Diwartakan, kaltimoke.com (02/05/2017), pelaku terancam pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara ditambah pasal tentang pembunuhan yang ancamannya 15 tahun penjara.

Tolong sebarkan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *